Setiap manusia di dunia ini merupakan makhluk sosial yang tidak bisa bergantung pada diri sendiri saja. Setiap manusia pasti membutuhkan bantuan dari manusia lainnya untuk dapat bertahan hidup. Berawal dari saling bergantung satu sama lain, hingga timbulah pertemanan. Pertemanan bisa dilandasi atas satu pemikiran, satu visi, kecocokan karakter, dan lain sebagainya. Namun apakah pertemanan yang kita miliki sudah cukup berkualitas? Yuk baca lebih lanjut lagi penjelasan mengenai kualitas suatu hubungan pertemanan.

sumber : https://www.google.com/

Bagaimana sih kualitas suatuhubungan pertemanan yang baik itu? Berndt (2002) menyatakan bahwa pertemanan yang baik adalah pertemanan yang memiliki kualitas hubungan pertemanan yang tinggi yang dikarakteristikkan dengan tingkat perilaku menolong yang tinggi, hubungan yang dekat, dan aspek-aspek positif lainnya dengan konflik, persaingan, dan aspek-aspek negatif lainnya dengan konflik, persaingan, dan aspek-aspek negatif lainnya yang rendah.

Kemudian, Bukowski, Hoza, dan Boivin (1994) membagi kualitas hubungan pertemanan menjadi lima dimensi, antara lain :

1.Kebersamaan (Companionship)
Dimensi ini diidentifikasikan dengan banyaknya waktu yang secara sukarela dihabiskan bersama dengan teman.

2.Konflik (Conflict)
Dimensi ini mengindikasika pertengkatan dan argumentasi yang terjadi dalam hubungan pertemanan, bagaimana mereka dapat mengganggu satu sama lain, da ketidaksetujuan dalam hubungan pertemanan.

3.Bantuan (Help)
Dimensi ini merepresentasikan dua komponen yaitu memberi pertolongan (aid) dan memberikan perlindungan kepada teman.

4.Kedekatan (Closeness)
Dimensi ini berfokus pada perasaan afeksi atau ‘spasial’ yag seseorang rasakan dan kekuatan kelekatan atau ikatan dengan temannya.

5.Keamanan (Security)
Dimensi ini mengacu pada dua hal, yaitu rasa percaya bahwa pada suatu waktu seseorang teman dapat diandalkan dan dipercaya ketika membutuhkan sesuatu, dan rasa percaya jika ada suatu pertengkaran maka hubungan pertemanan tersebut dapat cukup kuat untuk bertahan.

Lalu apa sebenarnya fungsi dari hubungan pertemanan yang kita miliki?
Terdapat tujuh fungsi utama pertemanan menurut Parker dan Asher (1998, dalam Phebe, 2007), antara lain memberikan dukungan dan persetujuan, sumber intimasi atau kedekatan, membangun sikap saling menolong dan memberikan nasehat, membentuk pribadi yang bisa diandalkan, memberikan dukungan emosional ketika dalam situasi yang tidak nyaman, memberntuk persahabatan, dan meningkatkan kompetensi sosisal.

Hubungan pertemanan pada laki-laki dan perempuan diketahui memiliki perbedaan dimana masing-masing memiliki gaya tingkah laku yang berbeda dalam melakukan interaksi dengan temannya. Perbedaan ini dapat dilihat pada remaja perempuan yang lebih menekankan pada interaksi yang hormonis, sedangkan remaja laki-laki lebih menunjukkan gaya tingkah laku yang lebih konfrontasi. Maksudnya bahwa remaja perempuan cenderung memiliki gaya interaksi yang positif dibandingkan dengan laki-laki. Meskipun diketahui bahwa remaja laki-laki cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu untuk melakukan pembicaraan mengenai emosi dan pemikiran dibandingkan dengan remaja perempuan, remaja laki-laki dapat memperoleh pemahaman yang mendalam dengan menghabiskan waktu bersama.

Perlu digarisbawahi, tidak selamanya suatu hubungan pertemanan memiliki manfaat baik bagi orang yang terlibat didalamnya. Ada pula suatu hubungan pertemanan yang menimbulkan stress juga loh. Lalu hubungan yang seperti apa bisa menyebabkan stres? Apa saja sih penyebabnya? Bagaimana mengatasi atau bahkan menghindari supaya tidak terjadi hal tersebut? Nantikan artikel selanjutnya ya…

Semoga artikel ini bermanfaat 🙂

Salam,

Insan-Q